Ini adalah salah satu dari sebagian kisah hidup aku...
Kisah cinta yang melelahkan dan tak berujung..
Ketika terlalu lelah untuk memendam rasa dan hanya bisa memandangnya dalam.
Sekarang aku menyukai seseorang . Aku ga tau apakah ini benar-benar cinta atau hanya kagum belaka.. Dan akupun berharap ini akan berakhir bahagia, walau dalam perjalanannya tidak bahagia. Semoga saja orang baru ini belum ada pemiliknya dan hatinya masih belum ada siapapun kecuali Allah.
Ya Allah, doaku..semoga engkau memberikan berkah pada fitrah dalam hati ini. Aku tak ingin tersakiti lagi karena sejatinya mencintai makhluk ciptaan-Mu hanya karena engkau ya Allah, aku yakin aku tak akan tersakiti. Akan kucoba sekuat tenaga..dan aku mohon berikanlah akhir yang indah dalam kisahku kali ini. Dan semoga engkau berikan jodoh sebaik-baiknya hingga akhir hayat..
Lindungilah aku dari segala gangguan dunia yang disebabkan syaitan berbentuk manusia dalam perjalanan hidupku. Dampingi aku di setiap masalahku ya Allah..
Jika dia adalah pendampingku, jagalah hatinya untukku ya Allah. Tapi jika bukan, semoga aku bisa ikhlas karena engkau telah persiapkan sesuatu yang indah untukku. AMIN.
Wahai lelaki ciptaan Allah...saat ini aku mengagumimu...
Entah dari mana datangnya..karena pertama bertemu aku juga tak menyadarinya tapi karena kerap kali kita bertemu dan melihatmu tiba-tiba rasa itu datang. Kau memang makhluk Allah yang berkharisma, dan bukan hanya aku yang mengagumimu dan aku sadar akan hal itu. Tapi sungguh aku mengagumi paras, kepandaianmu berbicara dan perilakumu. Semoga itu bukan hanya sebatas pandanganku saja, tapi memang itulah adanya dirimu. Dan aku juga tak mau banyak berharap, karena aku juga belum tentu bisa bertemu lagi denganmu walau kita berada di lingkungan yang sama.
KEMATIAN
Taukah engkau apa sesungguhnya arti dari kematian? Dan apakah kita harus takut dengan kematian?
Kematian adalah waktu di mana kita mengakhiri segala urusan kita dengan duniawi, di mana kita sudah tak lagi bisa melakukan apapun untuk memperbaiki segala kesalahan yang telah kita perbuat. Banyak hal yang sering aku alami sehingga aku membuat tulisan tentang kematian. Manusia takut akan adanya kematian. Entah apa yang ditakutkan oleh mereka. Pada hakikatnya, ketika ketika menuju sebuah kematian, itulah waktu di mana kita lepas dari urusan duniawi yang menuntut kita untuk menumpuk segala perbuatan baik dan salah. BSeharusnya kita bersyukur karena dosa kita tak bertambah, tapi tetap saja kematian adalah hal yang menakutkan.
Cerita tentang kematian.....banyak yang mencoba lari dari kematian seperti cerita-cerita di film Hollywood dan banyak yang meminta kematian seperti orang-orang yang bunuh diri.
Menurutku, kematian bukanlah hal yang menyeramkan. Kematian hendaklah dijadikan sebuah pegangan untuk mengingat sang pencipta, sehingga kita tak bisa berbuat dan bertingkah laku yang di luar ajaran agama. Karena jika kita berperangai buruk, dan dosa kita bertambah, ketika kita tidak tau kapan kita mati dan dosa kita belum dapat ditebus dan ibadah kita belum cukup untuk menghantarkan kita ke surga, maka kematian menjadi sebuah akhir dari usaha mencapai tujuan hidup.
Sering aku melihat perangai orang yang bermain-main dengan kematian, bahkan menjadikan kematian sebagai sebuah ancaman agar dapat terpenuhinya ego-ego manusia. Aku pernah punya pengalaman ketika akumemperingatkan seseorang atas kekeliruan yang telah ia perbuat dan ia malah berkata, "Kalau begitu doakan saja agar aku mati, jadi tidak ada lagi yang menyusahkan hidup kamu", seketika aku berfikir, betapa mudahnya kata-kata mati itu terucap. Apakah kematian merupakan hal yang sepele bagi manusia-manusia sekarang. Dan banyak kasus-kasus bunuh diri hanya karena hal-hal dunia yang akhirnya mereka memutuskan untuk mengakhiri hidupnya sebelum waktu yang ditentukkan oleh Tuhan.
Jangan pernah bermain-main dengan kematian. Hidup ini layaknya fenomena ujian, ketika hidup diibaratkan dengan ketika kita mengerjakan soal ujian, dan kematian adalah waktu di mana waktu kita telah habis dan kita harus menyerahkan soal ujian tanpa toleransi waktu kembali. Hidup kita hendaklah diisi dengan hal-hal yang baik sehingga ketika kita menghadapi kematian, maka nilai A yang akan kita peroleh nantinya.
Jangan pernah engkau takut akan kematian, tapi takutlah ketika kita mati, ibadah kita belum cukup untuk menghadap ilahi.
I give Up
Pernahkan kau merasakan kejenuhan, di mana kau merasa muak dengan keadaan yang begitu menyakitkan tapi kau hanya bisa diam. Tak bisa berbuat apa-apa karena akan memperkeruh suasana. Tapi juga ingin berontak karena terlalu menumpuk perasaan marah. kesal, sedih.
Ketika ketika galau dengan rasa ini, sering kudengar kalimat-kalimat :
"Allah tak akan pernah menguji umatnya di luar batas kemampuan. Jika kita bisa bersabar dan melewati sgala ujian itu kita akan dinaikkan derajatnya. Pasrahkan segalanya kepada Allah".
Ketika aku mendengar kalimat itu, rasanya memang itu yang seharusnya kulakukan. Mungkin mudah ketika ketika berbicara atau sekadar mendengarkan. Tapi ketika ketika kita dihadapi dengan kenyataan yang sebenarnya, teramat sulit..
Aku serahkan segalanya kepada Allah, karena dialah pemilik hati manusia. Aku menyerahkan padanya. Tapi aku sendiri bingung untuk memberi energi kekuatan untuk diri aku sendiri agar tetap tegar dalam menghadapi kenyataan di depan mata.
Tidakkah mereka si pembuat masalah mengerti, bahwa sesungguhnya si korban sangatlah merana diperlakukan seperti ini.
Ditinggalkan, walau masih diperhatikan. Tapi hatinya sudah tak lagi bersama raga ini.
Selalu berusaha hormat dan terseb=nyum walau kadanga sangat marah karena separuh waktunya tak lagi bersamaku...
Ya Allah..berikan kekuatan kepadaku..
Ketika ketika galau dengan rasa ini, sering kudengar kalimat-kalimat :
"Allah tak akan pernah menguji umatnya di luar batas kemampuan. Jika kita bisa bersabar dan melewati sgala ujian itu kita akan dinaikkan derajatnya. Pasrahkan segalanya kepada Allah".
Ketika aku mendengar kalimat itu, rasanya memang itu yang seharusnya kulakukan. Mungkin mudah ketika ketika berbicara atau sekadar mendengarkan. Tapi ketika ketika kita dihadapi dengan kenyataan yang sebenarnya, teramat sulit..
Aku serahkan segalanya kepada Allah, karena dialah pemilik hati manusia. Aku menyerahkan padanya. Tapi aku sendiri bingung untuk memberi energi kekuatan untuk diri aku sendiri agar tetap tegar dalam menghadapi kenyataan di depan mata.
Tidakkah mereka si pembuat masalah mengerti, bahwa sesungguhnya si korban sangatlah merana diperlakukan seperti ini.
Ditinggalkan, walau masih diperhatikan. Tapi hatinya sudah tak lagi bersama raga ini.
Selalu berusaha hormat dan terseb=nyum walau kadanga sangat marah karena separuh waktunya tak lagi bersamaku...
Ya Allah..berikan kekuatan kepadaku..
True Life
Hidup emank ga selamanya seneng, baerada di atas atau juga bisa hidup enak. Mungkin selama ini aku ga ngerasain yang namanya perputaran hidup. Maunya seneng aja. Tapi tetep juga sie ngerasa sedih. mana ada sie mausia yang seneng terus.
Cuma mungkin cobaan aku kali ini emank terlalu bikin aku shock. Tapi harus tetep kuat. Gimana juga life must go on.
Yang lagi aku cari adalah gimana caranya menyibukan diri aku dengan dunia aku untuk bisa jadi lebih baik, tanpa terlalu ikut campur sama masalah yang ada.
Hufh...susah banget ya kayak gitu. Oke...bisa aku tingkatin kuliah aku, tapi tetep aja hampa. Temen-temen jauh, susah buat sharing. Cuma bisa kabur dari rumah.
I hope someone come for me...special for me.,
Cuma mungkin cobaan aku kali ini emank terlalu bikin aku shock. Tapi harus tetep kuat. Gimana juga life must go on.
Yang lagi aku cari adalah gimana caranya menyibukan diri aku dengan dunia aku untuk bisa jadi lebih baik, tanpa terlalu ikut campur sama masalah yang ada.
Hufh...susah banget ya kayak gitu. Oke...bisa aku tingkatin kuliah aku, tapi tetep aja hampa. Temen-temen jauh, susah buat sharing. Cuma bisa kabur dari rumah.
I hope someone come for me...special for me.,
Kisah Cintaku berlanjut aneh..
Gila...bgt deh. Aku dah bener-bener ga memperduliin perasaan aku ke cowok itu. Bahkan aku dah merelakan dia untuk suka sama siapapun. Aku masih suka, cuma aku udah biasa aja. Tapi sekarang muncul kejadian lain. Perasaan yang benar-benar aku tutupin ini seolah-olah mempunyai jalan cerita yang beda. Banyak yang berusaha melihat sisi lain aku sama dia. Yang tadinya aku fikir ga mungkin banget dia atau teman-teman bakal tau perasaan ini malah jadi bomerang buat aku. Timbul cerita beda yang malah menjadikan aku seolah-olah jadi tersangka...he...aneh deh, tp ga bisa aku publikasiin karena tar kebongkar deh. Aneh...super aneh..ga tau harus gimana lagi cara buat menutupi perasaan ini..Ya ALLAh.semoga jalan cerita yang terbaik yang aku jalani. AMIEN...
Its funny, strange, and also beautiful enough story...he..^_^
Its funny, strange, and also beautiful enough story...he..^_^
Keren Kan???

Hayow syp yg gtw ama cow ganteng yang satu ini...hmmm....pasti ga gaol, ataw emank ga prnh ntn tipi dan parahnya lagi g pny tipi..aduh..duh...
Cowok ganteng satu ini tuh salah satu personil F4 di film BBF (Boys Before Flowers). Namanya Kim BUm, kalo di film namanya So Yi Jeoung...
Umurnya masih 19 tahun low..wuah aku bener langsung terpana ngeliat wajah imutnya..kayaknya diantara personil F4, cowok ini yang paling banyak menarik perhatian cewek-cewek deh..karena emank faktanya dia paling manis..
Coba aja ada cowok cakep kayak dia menclok di kampusku..euh...hebat euy..bener-bener anugerah,,,
Ck..ck...ck..
Pelajaran Berharga

Hari ini mungkin aku mendapatkan pukulan yang lumayan keras. Pertama kalinya aku memperoleh nilai "D" di mata kuliah yang jarang sekali orang bisa jatuh. Aku juga ga tau kenapa aku bisa dapet nilai itu. Benar-benar membuatku bingung dan campur aduk ga karuan, karena secara otomatis IPku yang kemarin sudah aku dongkrak jadi turun lagi. Sepanjang jalan ke rumah aku bener-bener ga habis pikir dengan keadaan tersebut. Yang pasti aku ga tau mesti bilang apa ke orangtuaku. Jelas-jelas ayahku udah beliin aku buku tebel banget tentang pemasaran dari kotler sekaligus jilid 1 dan 2. Terus apa yang aku perbuat, menghancurkan pengorbanan orangtuaku dalam mengeluarkan uang hanya untuk membeli buku. Bener-bener ga bisa mikir. Ingin rasanya pulang, tapi aku ga tega mengatakan kabar buruk ini sama orangtuaku. Bener-bener kurenungkan hasil belajarku ini. Sampai rumah aku langsung sampaikan ini pada ibu, tapi subhanallah kata-kata ibu membuat aku jadi semangat lagi. Ibu bilang, "Ga papa, yang penting masih bisa diperbaiki. Kadang kan juga bukan salah kita. Bisa aja dosen lagi pusing jadi kasih nilainya jadi agak seenaknya. Kan masih ada makul lain. Insyaallah dapet nilai bagus". Rasanya aku bener-bener kembali lagi seperti aku yang sedia kala sebelum melihat nilai pemasaranku. Aku ambil hikmah dari kejadian ini. Mungkin aku memang harus meningkatkan dan memperbaiki cara belajarku yang agak kacau. Aku akuin untuk makul ini belajarku agak kacau dan memang agak sulit mengerjakannya. Jadi metode belajar harus diperbaiki. SEMANGAT untuk ke depannya. Kegagalan dapat membuat kita menjadi lebih kuat karena mendapat suatu pelajaran. Be better for tomorrow..amin..